Sunday, 12 January 2014

kembalinya kegelapan

semuanya akan terbuang sia-sia
mentari telah mulai meredup
nafas seorang pengembara kuda
yang perlahan-lahan susah untuk bernafas

burung-burung camar mulai pergi
suara gemuruh ombak mendekatiku
kesunyian,kebutaan,dan ketulian
telah membawaku ke dalam
ilusi...

suatu pengharapan yang berlebihan
yang membangkitkanku terbangun dalam dimensi ilusi
yang sangat tebal
penuh dengan kebohongan dan kemunafikan
seakan membuatku melayang bagaikan menari di atas awan
bermain disana, menikmati pemandangan indahnya kehidupan yang sangat berkilau dan indah

kulihat mentari benar-benar bersinar terang,
memberikan penghidupan bagi makhluk-makhluk tuhan ,
aku melihatnya dari atas sini begitu indah,
kuliahat adanya sosok peri yang begitu anggun, cantik, penyanyang dan di kelilingi oleh sinar

mata yang begitu indah menatap tajam membatku tak akan lupa terhadap matanya
sentuhan tangannya seakan mengingatkanku pada sentuhan masa kecilku
yang begitu indah dan menyenangkan

pelangi berada diantaranya yang begitu mengumkan dengan warna-warna kehidupan
saat aku bermain diantara pelangi itu , sang peri mengajakku untuk turun dari sini bersamanya dan
dia berjanji akan selalu menemaniku selamanya
bersamanya yang begitu indah membuat semua pria pasti iri karenanya

kehidupan begitu berjalan benar-benar indah pada awalnya
semakin lama semakin sang peri ingin kembali ke atas awan lagi meninggalkanku seorang diri
tapi aku selalu mencoba menahannya , merayunya , dan merengek seperti anak kecil selalu seperti itu
saat ini semuanya telah berubah dia benar-benar pergi ninggalin aku seorang diri di dunia yang begitu menyeramkan ini sendirian, melupakan semuanyaa

aku menunggunya kembali
tapi akankah kembali
entahlah aku tak tahu , aku akan tetap hidup bersama dengan mimpiku sedirian
dan kegegelapan telah menyelimutiku lagi

No comments:

Post a Comment