Aku kembali bercerita tentang pengalamanku tentang kehidupan teman jalananku. Ia adalah pemuda penuh semangat yang ingin sekali menjadi orang sukses yang selalu belajar sambil bekerja.
Singkat cerita, suat hari aku pernah mengamen bersama teman dipertigaan dekat rumah #yaiseng-isengsihbuatpengalamanhehe, kami akhirnya mengamen dengan segala keterbatasan suara yang pas-pasan haha #namanyajugangamen. Untuk penghasilan sih cukup lumayan lah karena baru pertama kami mengamen. Tapi hasil ini bukan buat kami bertiga tapi hasil ini aku kasikan ke teman-temanku yang kurang mampu. Kami mengamen mungkin cukup lama lah sekitar 5 harian. Di situ kami banyak sekali bertemu dengan teman-teman baru. Ya ampun mereka menyambut kami dengan baik sekali walaupun mereka anak jalanan tetapi mereka lebih menghargai teman dari pada temen-temenku yang kaya tetapi tidak menghargai orang lain. Mereka ada yang udah tidak sekolah, ada yang masih sekolah, ada yang bingung mau melanjutkan sekolah dan masih banyak lagi dari mereka. Mereka bercerita panjang lebar dengan kami karena mereka merasa kami menghargai mereka. Dalam hati mereka, mereka ingin melanjutkan sekolah mereka tetapi apa daya ibu dan bapaknya tidak mampu membiayai sekolah mereka dan bahkan tidak jarang dari mereka yang yatim atau piatu dan bahkan dari kecil tidak mengerti siapa ayah dan ibunya. Sungguh malang nasib mereka, tetapi mereka tak pernah mengeluh dan selalu tersenyum dengan keterbatasan mereka. Ya ALLAH kenapa mereka bisa begitu tabah dalam menghadapi semua itu apakah? Jika mungkin itu aku, aku tak akan mungkin tau gimana jadinya aku bahkan aku isi hariku dengan perbuatan yang sesat tetapi berbeda dengan merekan wow mereka begitu tabah sekali.
Akhirnya setelah berbincang-bincang lama sekali kami bertiga ingin sekali ke tempat mereka tinggal. Yang pertama ke tempat anak yang masih memiliki ibu saja. Tiba ditempat yang tak kami duga seperti rumah lama dan jelek bahkan atap lotengnya banyak yang bolong kenapa mereka tetap tinggal disini tanpa memperbaikinya. Eh saya lupa kalau emang mereka keluarga tidak mampu, mau pindah uang dari mana cobak , ya ampun bodoh sekali aku -__-. Ibunya seorang tukang pencuci baju keliling yang tak pasti pekerjaannya dan ayah yang telah tiada dengan 2 anak kecil-kecil yang butuh uang untuk masa depannya. Temenku itu seorang kepala keluarga di keluarga ini karena dia anak pertama dan dia harus ikut bekerja membantu ibunya karena demi masa depan adek-adeknya. Dia telah lulus SMP tetapi tidak ada biaya untuk meneruskannya. Cukup lama kami disana, pas waktu kami masuk ketempat tidur temenku yang bernama Andi itu ternyata dia memiliki buku-buku yang sangat banyak yang telah dia baca hasil dari dia meminjam ataupun pemberian temen-temennya. Semangat dia untuk belajar luar biasa dan dia juga pernah ikut lomba cerdas cermat, dia berhasil memanangkannya. Aku sempat bertanya padanya,
Aku : “ndi, kenapa kamu tidak melanjutkan sekolah lagi sih padahal kamu juga bisa menjadi orang sukses atau dokter yang kamu inginkan? Dan bukannya sekolah SMA NEGRI di SURABAYA itu udah gratis kan!”.
Andi : “aku sebenernya ingin sekali untuk bersekolah tetapi bagaimana dengan adik-adik mereka juga perlu biaya dan apabila aku sekolah banyak sekali keprluan yang harus dibayar entah yang bukulah dan sebagainya lah, uang dari mana kami?! Uang spp adik-adik aku aja masih belum dibayar 3 bulan lebih #dengannadaputusasatetapisambiltersenyummelihatadik-adiknyasemangatsekalibeljar.
Aku: “oh iyah aku lupa ndi soal itu maafin aku tetapi kamu tetap semangat untuk belajar kan ndi? #inginmenangismeluhatnya
Andi: “pasti, aku pasti tetap semangat belajar dengan adik-adik aku yang terus bersekolah itu udah cukup membuatku semangat untuk berjuang dalam hidup ini #dengantegasdiamenjawab”.
tanpa ada kata-kata lagi aku bisa berbicara diam kaku membisu, ya ampun begitu semangatnya dia ALLAH jadikanlah dia orang-orang sukses kelak ya ALLAh. Setelah lama disana teman andi yang tinggal dipanti asuhan dating dan mengajak kami ke panti asuhan itu. Disana terdapat banyak sekali anak-anak kecil yang bahkan udah tidak mempunyai orang tua, mereka baik-baik sekali dengan polosnya mereka mengajak kami bertiga dan Andi juga untuk masuk , kami disambut dengan hangat seperti tamu yang penting padahal kami hanya sekelompok pemuda yang tak bisa member apa-apa. Andi membantu-mebantu tugas disan terkadang dia juga mendapat makanan disana. Anak-anak kecil itu berlari riang seakan tidak ada beban sama sekali. Kami bercanda gurau disana dan banyak sekali cerita. Yang buat aku mengis saat disana adalah keinginan mereka yang sangat kuat untuk belajar dan belajar sambil tetap beribadah kepada ALLAH. Semangat itu ya allah apa aku bisa dapatkan?. Mereka sempat bertanya-tanya kepada kami gimana sih rasanya hidup dengan keluarga yang utuh, seperti mereka butuh sekali perhatian orang tua. Kami tidak bisa menjawab tetapi Andi tiba-tiba dating sambil membawa gitar, dia berkata “ayo kita nyanyi bersama-sama kawan, ini lagu yang memberikan kami semangat akan pantang menyerah”. Tiba-tiba syair itu adalah lagu laskar pelangi yang aku ingat sekali mereka bernyanyi dengan meneteskan air mata.
“Menarilah dan terus tertawa walau dunia dan seindah surga besyukurlah pada yang kuasa cinta kita didunia selamanya, cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita” nah syair itu yang membuat aku mengerti bahwa dikehidupanku ini masih sempurna dibanding anak-anak yang hidup dijalanan dan mulai sekarang aku akan tetap semngat belajar dan meraih apa yang aku inginkan dengan senyuman, terimakasih kawan kau telah ajarkan aku sebuah kekuatan yang bisa merubah diriku yang sekarang tanpa pengalaman itu aku tak kan bisa menjadi seperti ini. SEMANGAT,SEMANGAT,SEMANGAT UNTUK MENGGAPAI MIMPIMU.
Singkat cerita, suat hari aku pernah mengamen bersama teman dipertigaan dekat rumah #yaiseng-isengsihbuatpengalamanhehe, kami akhirnya mengamen dengan segala keterbatasan suara yang pas-pasan haha #namanyajugangamen. Untuk penghasilan sih cukup lumayan lah karena baru pertama kami mengamen. Tapi hasil ini bukan buat kami bertiga tapi hasil ini aku kasikan ke teman-temanku yang kurang mampu. Kami mengamen mungkin cukup lama lah sekitar 5 harian. Di situ kami banyak sekali bertemu dengan teman-teman baru. Ya ampun mereka menyambut kami dengan baik sekali walaupun mereka anak jalanan tetapi mereka lebih menghargai teman dari pada temen-temenku yang kaya tetapi tidak menghargai orang lain. Mereka ada yang udah tidak sekolah, ada yang masih sekolah, ada yang bingung mau melanjutkan sekolah dan masih banyak lagi dari mereka. Mereka bercerita panjang lebar dengan kami karena mereka merasa kami menghargai mereka. Dalam hati mereka, mereka ingin melanjutkan sekolah mereka tetapi apa daya ibu dan bapaknya tidak mampu membiayai sekolah mereka dan bahkan tidak jarang dari mereka yang yatim atau piatu dan bahkan dari kecil tidak mengerti siapa ayah dan ibunya. Sungguh malang nasib mereka, tetapi mereka tak pernah mengeluh dan selalu tersenyum dengan keterbatasan mereka. Ya ALLAH kenapa mereka bisa begitu tabah dalam menghadapi semua itu apakah? Jika mungkin itu aku, aku tak akan mungkin tau gimana jadinya aku bahkan aku isi hariku dengan perbuatan yang sesat tetapi berbeda dengan merekan wow mereka begitu tabah sekali.
Akhirnya setelah berbincang-bincang lama sekali kami bertiga ingin sekali ke tempat mereka tinggal. Yang pertama ke tempat anak yang masih memiliki ibu saja. Tiba ditempat yang tak kami duga seperti rumah lama dan jelek bahkan atap lotengnya banyak yang bolong kenapa mereka tetap tinggal disini tanpa memperbaikinya. Eh saya lupa kalau emang mereka keluarga tidak mampu, mau pindah uang dari mana cobak , ya ampun bodoh sekali aku -__-. Ibunya seorang tukang pencuci baju keliling yang tak pasti pekerjaannya dan ayah yang telah tiada dengan 2 anak kecil-kecil yang butuh uang untuk masa depannya. Temenku itu seorang kepala keluarga di keluarga ini karena dia anak pertama dan dia harus ikut bekerja membantu ibunya karena demi masa depan adek-adeknya. Dia telah lulus SMP tetapi tidak ada biaya untuk meneruskannya. Cukup lama kami disana, pas waktu kami masuk ketempat tidur temenku yang bernama Andi itu ternyata dia memiliki buku-buku yang sangat banyak yang telah dia baca hasil dari dia meminjam ataupun pemberian temen-temennya. Semangat dia untuk belajar luar biasa dan dia juga pernah ikut lomba cerdas cermat, dia berhasil memanangkannya. Aku sempat bertanya padanya,
Aku : “ndi, kenapa kamu tidak melanjutkan sekolah lagi sih padahal kamu juga bisa menjadi orang sukses atau dokter yang kamu inginkan? Dan bukannya sekolah SMA NEGRI di SURABAYA itu udah gratis kan!”.
Andi : “aku sebenernya ingin sekali untuk bersekolah tetapi bagaimana dengan adik-adik mereka juga perlu biaya dan apabila aku sekolah banyak sekali keprluan yang harus dibayar entah yang bukulah dan sebagainya lah, uang dari mana kami?! Uang spp adik-adik aku aja masih belum dibayar 3 bulan lebih #dengannadaputusasatetapisambiltersenyummelihatadik-adiknyasemangatsekalibeljar.
Aku: “oh iyah aku lupa ndi soal itu maafin aku tetapi kamu tetap semangat untuk belajar kan ndi? #inginmenangismeluhatnya
Andi: “pasti, aku pasti tetap semangat belajar dengan adik-adik aku yang terus bersekolah itu udah cukup membuatku semangat untuk berjuang dalam hidup ini #dengantegasdiamenjawab”.
tanpa ada kata-kata lagi aku bisa berbicara diam kaku membisu, ya ampun begitu semangatnya dia ALLAH jadikanlah dia orang-orang sukses kelak ya ALLAh. Setelah lama disana teman andi yang tinggal dipanti asuhan dating dan mengajak kami ke panti asuhan itu. Disana terdapat banyak sekali anak-anak kecil yang bahkan udah tidak mempunyai orang tua, mereka baik-baik sekali dengan polosnya mereka mengajak kami bertiga dan Andi juga untuk masuk , kami disambut dengan hangat seperti tamu yang penting padahal kami hanya sekelompok pemuda yang tak bisa member apa-apa. Andi membantu-mebantu tugas disan terkadang dia juga mendapat makanan disana. Anak-anak kecil itu berlari riang seakan tidak ada beban sama sekali. Kami bercanda gurau disana dan banyak sekali cerita. Yang buat aku mengis saat disana adalah keinginan mereka yang sangat kuat untuk belajar dan belajar sambil tetap beribadah kepada ALLAH. Semangat itu ya allah apa aku bisa dapatkan?. Mereka sempat bertanya-tanya kepada kami gimana sih rasanya hidup dengan keluarga yang utuh, seperti mereka butuh sekali perhatian orang tua. Kami tidak bisa menjawab tetapi Andi tiba-tiba dating sambil membawa gitar, dia berkata “ayo kita nyanyi bersama-sama kawan, ini lagu yang memberikan kami semangat akan pantang menyerah”. Tiba-tiba syair itu adalah lagu laskar pelangi yang aku ingat sekali mereka bernyanyi dengan meneteskan air mata.
“Menarilah dan terus tertawa walau dunia dan seindah surga besyukurlah pada yang kuasa cinta kita didunia selamanya, cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita” nah syair itu yang membuat aku mengerti bahwa dikehidupanku ini masih sempurna dibanding anak-anak yang hidup dijalanan dan mulai sekarang aku akan tetap semngat belajar dan meraih apa yang aku inginkan dengan senyuman, terimakasih kawan kau telah ajarkan aku sebuah kekuatan yang bisa merubah diriku yang sekarang tanpa pengalaman itu aku tak kan bisa menjadi seperti ini. SEMANGAT,SEMANGAT,SEMANGAT UNTUK MENGGAPAI MIMPIMU.
cerita asli?
ReplyDeleteamazed !
ReplyDeleteirk : sedikit dirubah
ReplyDeletefarah : thx :)