Saturday, 25 January 2014

kecewa

pernah gak sih lo ngerassain gimana rasanya jadi gue sekarang?
lo yang segitu gampangya ngelupain semua tentang kita
lo yang begitu gampangnya menggantikan gue dengan orang lain
lo yang cuma hanya ngasih alesan yang gak jelas saat mengakhiri ini semua

katanya gue yang terbaik?
katanya gue yang bisa ngerti lo
katanya blablabla dan bla
tapi nyatanya apa?...
elo pergi segitu gampangnya
lo gak akan tau kan gimana rasanya jadi

salah kah aku mengharapkan karma?
salahkah aku mendoakan di neraka?
salahkah aku mencari orang lain saat dulu bersamamu?
entahlah semua pertanyaan tak akan terjawab
semoga kau bahagia dengannya dengan dia yang ada segalanya
tapi ingat saat kau menangis aku tak akan mengharapkanmu lagi
semua rasa tentangmu cuma hanya bisa buka kenangan masa lalu yang membuat sakit hati ..
terimakasih ku ucapkan untukmu..
untukmu wahai orang yang begitu ku puja yang akhrinya begitu ku benci
maafkan kebencianku ini aku hanya ingin nunjukin gimana rasa kecewaku

Monday, 13 January 2014

anggan dan fikiranku

selamat pagi mentari
selamat pagi embun yang membasahi pipi
selamat pagi burung-burung yang berkicau menyambut hari ini
selamat pagi orang yang di sana yang tersenyum bukan untukku

sang surya tak menuntunku 
cermin yang memantulkan sinarnya
raut wajahku yang dilapisi topeng
kebisuan yang menyelimutiku

ketika ku membuka mata
aku masih teringat di mana kau datang menyapaku dengan ucapan selamat pagi
yang sekarang hanya ada di dalam anggan dan mainsetku
yang tersusun rapi dalam buku kenangan yang selalu ingin aku...
buka dan terjadi lagi...

Sunday, 12 January 2014

kembalinya kegelapan

semuanya akan terbuang sia-sia
mentari telah mulai meredup
nafas seorang pengembara kuda
yang perlahan-lahan susah untuk bernafas

burung-burung camar mulai pergi
suara gemuruh ombak mendekatiku
kesunyian,kebutaan,dan ketulian
telah membawaku ke dalam
ilusi...

suatu pengharapan yang berlebihan
yang membangkitkanku terbangun dalam dimensi ilusi
yang sangat tebal
penuh dengan kebohongan dan kemunafikan
seakan membuatku melayang bagaikan menari di atas awan
bermain disana, menikmati pemandangan indahnya kehidupan yang sangat berkilau dan indah

kulihat mentari benar-benar bersinar terang,
memberikan penghidupan bagi makhluk-makhluk tuhan ,
aku melihatnya dari atas sini begitu indah,
kuliahat adanya sosok peri yang begitu anggun, cantik, penyanyang dan di kelilingi oleh sinar

mata yang begitu indah menatap tajam membatku tak akan lupa terhadap matanya
sentuhan tangannya seakan mengingatkanku pada sentuhan masa kecilku
yang begitu indah dan menyenangkan

pelangi berada diantaranya yang begitu mengumkan dengan warna-warna kehidupan
saat aku bermain diantara pelangi itu , sang peri mengajakku untuk turun dari sini bersamanya dan
dia berjanji akan selalu menemaniku selamanya
bersamanya yang begitu indah membuat semua pria pasti iri karenanya

kehidupan begitu berjalan benar-benar indah pada awalnya
semakin lama semakin sang peri ingin kembali ke atas awan lagi meninggalkanku seorang diri
tapi aku selalu mencoba menahannya , merayunya , dan merengek seperti anak kecil selalu seperti itu
saat ini semuanya telah berubah dia benar-benar pergi ninggalin aku seorang diri di dunia yang begitu menyeramkan ini sendirian, melupakan semuanyaa

aku menunggunya kembali
tapi akankah kembali
entahlah aku tak tahu , aku akan tetap hidup bersama dengan mimpiku sedirian
dan kegegelapan telah menyelimutiku lagi