Friday, 16 November 2012

tetangga alay



PHP banyak mengartikan PHP itu hanya ada di percintaan saja, tapi bagiku tidak seperti itu. Aku bahakan pernah mendengar ada sih pelajaran PHP itu, aku taunya karena temenku ada yang sekolah yang emang di jurasannya ada pelajaran PHP. Pertamanaya sih aku Tanya sama dia , “eh PHP itu yang pemberi haraoan palsu kan”, “ eh bukan tau PHPnya bukan yang kaya gitu -___-“. “terus yang apa loh? Maklum kita kan taunya yang saoal cinta-cinta git hehhe” “pelajaran ini loh susah banget, tentang jaringan-jaringan gitu deh” “perasaan PHP itu gampang banget deh, ak aja sering PHPin anak *eh” “hayo ketauan deh belangnya hahaha, eh tapi siapa aja yang sering kamu PHPin?” “biasa cewek-cewek yang di sepik sedikit dah ngefly hehehe, kan enak toh cadangannya banyak” “ahh dasara cowok semuanya sama aja deh kalau masalah gitu-gitu pinter banget” “salahnya ceweknya juga sih mau dikibulin gitu aja hahaha”.  Percakapan yang aku lakuin masih berlanjut begitu lama sampai akhirnya kita kerumah masing-masing.
Esok harinya aku bangun lebih pagi dari biasanya, aku bersiap untuk lari-lari , ya itung-itung buat ngelatih fisik lah jangan cuma dikamar aja , connect internet , megang computer tiada henti denga kebiasaan yang biasanya anak” lakuin hehehe , buka-buka situs yang biasanya remaja buka ……. Hehehe. Katanya situs-situs yang jorok akan di tutup oleh pemerintah tapi nyatanya aku masih bisa nemuin situs itu , dan situsnya itu berkembang dengan besar sudahan, dan enggak hanya satu situs di situ juga tertulis besar situs-situs yang jorok yang berkaitan. Kembali lagi ke lari pagiku tadi, di jalan itu aku sempat dengerin ibu-ibu yang juga bicarain tentang harga-harga a sembako yang sering naik buat susah orang yang tidak mampu. “bu, kenapa ya Indonesia ini bahan-bahan pokokonya selalu sering naik harganya, padahal kan kita negrinya negri subr toh” , “iya juga ya, padaha sawah kita ini di Indonesia sangat banyak, dan tanah kita subur-subur, banyak juga orang-orang desa yang malah migrasi ke kota bu, sawah yang di punya nggak dirawat, katanya sih mereka pergi ke kota untuk merubah nasib” “eh emang ngaruh ya, kalau udah pindah ke kota itu pasti dia bisa jadi sukses?!” “tau lah bu, biasa kan orang-orang kita emang kayak gitu lebih mentingin gengsi dari pada apa yang di dapatnya entar” “padahal udah banyak ya contoh orang-orang dea pindah ke kota yang tujuannya ingin sukses tapi malah hidup sengsara disini” “yah ini juga gara-gara peimpin-pemimpin kita yang sukanya kayak anak pacaran” “Loh, kok pacran bu? Gak nyambug deh” “ iya nyambunglah liat aja mereka pas menyuruh rakyatnya memilih dia wow janjian begitu besar dan nyatanya hanya PHP saja” “ PHP bu? Apa itu?” “ Pemberi harapan palsu bu, mereka kan hanya berjanji tapi seteah mereka jadi apakah di penuhin?!  Tapi sudah ad sih yang pemimpin yang tidak begitu bahan akhir” ini mendapatkan pengakuan dari dunia, karena ia juga dulu perah ngerasain seperti kita bu, bahkan lebih beruntung kita nasibnya ebelum ia jadi seperti sekarang” “ oh kalau itupun akau tau bu hehee, emang sekarang itu perlu orang yag seperti ia bukan hanya bicara tapi ikut terjun langsung, dan mendengarkan aspirasi-aspirasi rakyat.” “betul itu bu bener banget.” Mereka akhirnya pergi ke rumah masing-masing.
Nah aku di rumah berfikir ibu-ibu tadi itu benar ya kita perlu pemimpin yang terjun langsung untuk mendengarkan keluhan masyarakatnya bukan cua omdo saja kayak anak kecil aja , jabatan sarjana padahal itu pelajaran sd yang melarang kita untuk berbohong.
Aku keluar dengan teman-temanku yang biasanya keluar bersamaku ke sebuah mall di Surabaya, yang di bilang sih mall yang etempatny anak-anak eksis nongkrong. kami mengamati sekilas sambil memasan kopi yang harganya sangat mahal untuk sebuah kopi, padahal rasanya tidak ada bedanya dengan warung-warung pinggir jalan yang hanya RP 2000,00+- saja. Kalau dibandingkan itu sih jauh kalau buat lama-lama nggak tidur sih asih menang kopi-kopi yana ada di warung tadi hehe, dan rasanya tidak kalah enaknya kok menurutku. Eh ini kok malah ngomongin kopi sih hehehe. Di sana yah jujur emang tempatnya anak-anak orang kaya yana hanya menghabiskan uang percuma, ada  yang masih kecl-kecil banget tapi wow udah gandengan dan tidak hanya satu dua saja bahkan banyak sekali yang seperti itu, emang negri ini udah mulai meniru egr barat , tapi yang kurasa hanya melihat sisi negativenya saja karena positifnya selalu tidak terlihat oleh-oleh sisi negative orang barat. Coba deh negri ini jangan hanya PHP saja bagi rakyat kecil yang kurag mampu, mereka kan juga ingin merasakan masuk ke mall-mall yang mewah-mewah juga dan tidak ada yang menganggap mereka kampung, aku bayangin negri ini seperti jepang, banyak yang dari mereka sangat menghormati sesamanya tidak perduli perbedaan status social saja. 

No comments:

Post a Comment