PHP banyak mengartikan
PHP itu hanya ada di percintaan saja, tapi bagiku tidak seperti itu. Aku
bahakan pernah mendengar ada sih pelajaran PHP itu, aku taunya karena temenku
ada yang sekolah yang emang di jurasannya ada pelajaran PHP. Pertamanaya sih
aku Tanya sama dia , “eh PHP itu yang pemberi haraoan palsu kan”, “ eh bukan
tau PHPnya bukan yang kaya gitu -___-“. “terus yang apa loh? Maklum kita kan
taunya yang saoal cinta-cinta git hehhe” “pelajaran ini loh susah banget,
tentang jaringan-jaringan gitu deh” “perasaan PHP itu gampang banget deh, ak
aja sering PHPin anak *eh” “hayo ketauan deh belangnya hahaha, eh tapi siapa
aja yang sering kamu PHPin?” “biasa cewek-cewek yang di sepik sedikit dah
ngefly hehehe, kan enak toh cadangannya banyak” “ahh dasara cowok semuanya sama
aja deh kalau masalah gitu-gitu pinter banget” “salahnya ceweknya juga sih mau
dikibulin gitu aja hahaha”. Percakapan
yang aku lakuin masih berlanjut begitu lama sampai akhirnya kita kerumah
masing-masing.
Esok harinya aku bangun
lebih pagi dari biasanya, aku bersiap untuk lari-lari , ya itung-itung buat
ngelatih fisik lah jangan cuma dikamar aja , connect internet , megang computer
tiada henti denga kebiasaan yang biasanya anak” lakuin hehehe , buka-buka situs
yang biasanya remaja buka ……. Hehehe. Katanya situs-situs yang jorok akan di
tutup oleh pemerintah tapi nyatanya aku masih bisa nemuin situs itu , dan
situsnya itu berkembang dengan besar sudahan, dan enggak hanya satu situs di
situ juga tertulis besar situs-situs yang jorok yang berkaitan. Kembali lagi ke
lari pagiku tadi, di jalan itu aku sempat dengerin ibu-ibu yang juga bicarain
tentang harga-harga a sembako yang sering naik buat susah orang yang tidak
mampu. “bu, kenapa ya Indonesia ini bahan-bahan pokokonya selalu sering naik
harganya, padahal kan kita negrinya negri subr toh” , “iya juga ya, padaha
sawah kita ini di Indonesia sangat banyak, dan tanah kita subur-subur, banyak
juga orang-orang desa yang malah migrasi ke kota bu, sawah yang di punya nggak
dirawat, katanya sih mereka pergi ke kota untuk merubah nasib” “eh emang ngaruh
ya, kalau udah pindah ke kota itu pasti dia bisa jadi sukses?!” “tau lah bu,
biasa kan orang-orang kita emang kayak gitu lebih mentingin gengsi dari pada
apa yang di dapatnya entar” “padahal udah banyak ya contoh orang-orang dea
pindah ke kota yang tujuannya ingin sukses tapi malah hidup sengsara disini” “yah
ini juga gara-gara peimpin-pemimpin kita yang sukanya kayak anak pacaran” “Loh,
kok pacran bu? Gak nyambug deh” “ iya nyambunglah liat aja mereka pas menyuruh
rakyatnya memilih dia wow janjian begitu besar dan nyatanya hanya PHP saja” “
PHP bu? Apa itu?” “ Pemberi harapan palsu bu, mereka kan hanya berjanji tapi
seteah mereka jadi apakah di penuhin?!
Tapi sudah ad sih yang pemimpin yang tidak begitu bahan akhir” ini
mendapatkan pengakuan dari dunia, karena ia juga dulu perah ngerasain seperti
kita bu, bahkan lebih beruntung kita nasibnya ebelum ia jadi seperti sekarang”
“ oh kalau itupun akau tau bu hehee, emang sekarang itu perlu orang yag seperti
ia bukan hanya bicara tapi ikut terjun langsung, dan mendengarkan
aspirasi-aspirasi rakyat.” “betul itu bu bener banget.” Mereka akhirnya pergi
ke rumah masing-masing.
Nah aku di rumah
berfikir ibu-ibu tadi itu benar ya kita perlu pemimpin yang terjun langsung
untuk mendengarkan keluhan masyarakatnya bukan cua omdo saja kayak anak kecil
aja , jabatan sarjana padahal itu pelajaran sd yang melarang kita untuk
berbohong.
Aku keluar dengan
teman-temanku yang biasanya keluar bersamaku ke sebuah mall di Surabaya, yang
di bilang sih mall yang etempatny anak-anak eksis nongkrong. kami mengamati
sekilas sambil memasan kopi yang harganya sangat mahal untuk sebuah kopi,
padahal rasanya tidak ada bedanya dengan warung-warung pinggir jalan yang hanya
RP 2000,00+- saja. Kalau dibandingkan itu sih jauh kalau buat lama-lama nggak
tidur sih asih menang kopi-kopi yana ada di warung tadi hehe, dan rasanya tidak
kalah enaknya kok menurutku. Eh ini kok malah ngomongin kopi sih hehehe. Di
sana yah jujur emang tempatnya anak-anak orang kaya yana hanya menghabiskan
uang percuma, ada yang masih kecl-kecil
banget tapi wow udah gandengan dan tidak hanya satu dua saja bahkan banyak
sekali yang seperti itu, emang negri ini udah mulai meniru egr barat , tapi
yang kurasa hanya melihat sisi negativenya saja karena positifnya selalu tidak
terlihat oleh-oleh sisi negative orang barat. Coba deh negri ini jangan hanya
PHP saja bagi rakyat kecil yang kurag mampu, mereka kan juga ingin merasakan
masuk ke mall-mall yang mewah-mewah juga dan tidak ada yang menganggap mereka
kampung, aku bayangin negri ini seperti jepang, banyak yang dari mereka sangat
menghormati sesamanya tidak perduli perbedaan status social saja.
No comments:
Post a Comment