Friday, 16 November 2012

BUNDA



Bunda…. Seorang wanita yang tekah melahirkanku, merawatu, membesarkanku, mendidikku, hingga aku kini telah dewasa.bunda adalah wmita yag selalu siaga tatkalah kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri tatkala perutku terasa lapar dan haus, dan tatkala kuterbangun di waktu pagi,siang, dan malam. Bunda… adalah wanita yang penuh perhatian dan kaih saying, saat aku sakit, terjatuh, menangis, kesepian, engkau tidak pernah mengeluh atau pun meminta imbalan terhadapku atas semua perlakuan kasih sayangnya kepadaku.
Kupandang wajahmu diwaktu tidur, terdapat snar uang penuh dengan keridhoan, yang penuh dengan kesabaran,yang penuh dengan  dengan kasih dan saying, dan penuh sinar elelahan karena aku. Aku yang selalu merepotkanmu, menghabiskan air susumu, aku yang selalu menghabiskan waktumu sehingga kau menangis karena aku. Bunda… kau korbankan semuanya untukku , kau menangis, bersedih , menderita dan sakit karena aku. Bunda.. jasamu tiada terbalas, tiada tereli dengan harga seberapun kasih sayangmu tiada terhingga, jasamu tiada akhir, tiada tara, takan tergantikan dan akan selalu terlkis indah sebagai pelangi yang menghiasi surga.
Untuk sekarang mungkin aku tak mungkin bisa memberikan apa pun yang bernilai kepadamu, hanya doa yang selalu ku persembahkan untukmu  karena jasamu yang begit mulia, dan tak akan terbals olehku. Saat engkau tiada nanti mungkin aku tak akan bisa mengucapkan banyak kata-kata , mungkin aku pun tak sanggup melihat betapa bodohnya aku belum bisa membahagiakanmu, dan hanya bisa merengek, membantah, dan terkadang membantahm sehingga kau menagis. Saat itu pun terjadi air mataku pun yang akan menjadi saksi bisu betapa aku sangat mencintai engkau sehingga aku pun tak dapat mengucapkannya dalam sebuah kata , dalam sebuah benda , Karena engkau bagiku adalah orang yang paling special di hidupku, aku ingin mengucapkan banyak-banyak minta maaf kepadamu karena semua perkataan dan perbuatanmu selalu membuat engkau menangis dan bersedih. Sebelum aku tak dapat melihatmu, tak dapat mendengarkan suaramu, tak tak dapat menghirup bau wangi-wangianmu , maafkanlah aku bunda, maaf kanlah aku bunda, dan maafkanlah aku bunda, hanya ini yang bisa aku tuliskan ini karena sebenarnya aku tak tahu harus meniliskan apa karena kasih sayangnya begitu indah. Bundaa… I love you so much ,

No comments:

Post a Comment