Sunday, 20 June 2021

Mahasiswa Basi

 Hai, apa kabar kalian?

kawan - kawan seperjuangan, Sudah pada sukses dan menjadi pemimpin ya kalian semua?

Wah, aku turut bahagia. 

Tetap semangat dan jangan menyerah ya, Walaupun yang berbicara ini pun tidak menau mengenai takdirnya ke depan.

kenapa demekian?, ya karena untuk lulus saja menunggunya terlalu lama.

Akan kah aku bisa setrata dengan kalian yang sudah mendapatkan penghasilan dan memimiliki keluarga kecil yang bahagia?. Aku selalu berharap untuk segera bisa menyusul kalian semua.

Aku disini ingin bercerita keluh kesahku karena untuk menelfon atau men chat untuk bercerita kepada kalian aku yakin aku tak mampu untuk menganggu kehidupanmu lagi.

Entah kamu seorang sahabatku dulunya yang berambut panjang nan cantik , ataupun berambut pendek nan cakap rupawan bagaikan pangeran.

Sebenarnya pasti kalian bertanya-tanya kan kenapa aku telat sekali untuk lulus?,
Ya kali ini tanpa kalian harus mendengarkan suaraku langsung atau personal chat bahkan tak perlu untuk bertemu denganku dan menikmati kopi bersama bercerita tentang  banyak hal. Cukup untuk kalian bisa baca tulisan-tulisan saya disini bisa tau bagaimana keadaanku disini.

Aku rasa aku depresi haha, kata-kata yang cukup serius untuk menggambarkan keadaan dimana psikologisku kali ini. Tanpa kalian kawan-kawan yang menemaniku dari yang tidak ku kenal sama sekali sampai benar-benar mengerti keadaaanku dari yang kebiasaan-kebiasaan kecilku dan kebiasaan kecilmu ku mengerti.

Sudah hampir kurang lebih satu tahun aku mengumpulkan atau memberikan skripsiku tapi apalah hasil dari dosen pembimbingku tak ada respon kawan bahkan untuk di bacannya saja waktu itu begitu tidak di perhatikan. Aku berfikir apakah ada salahku? tidak aku tidak memiliki permasalahan dengan beliaunya, ya walaupun kalian tau aku adalah tipe orang yang selalu senang mencari perdebatan kusir dan receh. Tapi kali ini tidak ada sama sekali kawan saya tertegun diam dan mengalah tanpa membalas apapun.

Ya memang untuk kali ini, aku telah melewati sedikit langkah yaitu seminar proposal pada akhirnya.
Itu pun tanpa bantuan dari pihak jurusan dan orang tuaku aku tak mampu melewatinya kawan.
Aku sedikit malu dengan kalian yang lantas dulu sering memberikan saran dan menyelesaikan permasalahan organisasi atau bahkan kegiatan-kegiatan kampus bersama-sama dengan kalian.
Mengecewakan sekali ya aku sekarang haha, memang benar kali ini aku tak sanggup dengan kekuatanku sendiri kawan, semua jurus-jurusku sudah di lumpuhkan tanpa mengenainya.

Penyesalanku kenapa tak berjuang bersama kalian saat itu, akan tetapi pertimbanganku kali itu adalah dimana aku masih punya tanggungan yang memang harus ku selesaikan karena saya sendiri penyebanya. Tetapi yang membuatku kali ini merasa depresi adalah dimana kalian tak ada disini menemani kopiku yang manis karena gula, bukan karena kalian.

Entah aku pun tak tahu kesibukan yang seperti apa yang membuat dosen pembingbingku bahkan susah sekali untuk meresponku atau memang aku kurang ajar atau bahkan salahku dimana kawan. Seandainya kali ini ada kalian pun bisa membantu untuk memahami kesalahan apa yang kali ini aku alami.

Aku hanya meminta sedikit doa kalian dan dukungan kalian walaupun tanpa harus kalian bilang, aku akan segera tahu itu dari kalian.
Sehat-sehat ya untuk kalian semua yang entah merindukanku atau tidak hehe, dan semoga aku bisa bertemu dengan kalian lagi entah itu lama atau sebentar karena pertemuan dengan kalian semua pasti sangat berarti. Bercerita tentang kehidupan lagi melewati dengan takdir kita masing-masing yang nanti pada akhirnya akan berhenti pada batas usia kita, Kaya atau miskin kita, berhasil atau tidak berhasil kita nanti, kita adalah part-part kecil dalam kehidupan kita yang pada akhirnya pasti akan selalu mengisi kekosongan.

Salam Hangat dan rindu dari kawan kalian yang kalian rindukan atau tidak
Memang kehidupan ini begitu BAJINGAN dengan seluruh manifestasi kebahagiaan dan ketidakjelasannya 












Halim Cakra Mas Hadinata
Malang, 21/06/21 

Sunday, 18 April 2021

Semesta Bekerja

     Pernah kah kalian merencakan sesuatu tetapi  seakan-akan semesta tidak mendukungnya?,

saat dimana apa pun yang kalian lakukan benar-benar seperti semesta tidak merestuinya.

Adakah di benak kalian pertanyaan mengapa demikian, sungguh aku pun tak mengetahui bagaiman rumus bagaimana semesta ikut bekerja mendukung rencana kita.

Sering sekali aku pun merasakannya, saat seminggu ini ingin merencanakan begitu banyak hal yang telah engkau fikirkan dan rencanakan agar tertata begitu rapi dan sedemikian rupa, akan tetapi selalu di benturkan pada kenyataan yang tak pasti.

    Usaha begitu keras, katanya dan menurut pribadi. Walapun menurut hukumnya ketika hasil belum sesuai berarti usaha kita masih kurang. 

Lalu, apakah memang benar begitu keadaaannya? aku rasa tidak demikian, karena kita tidak bisa mengukur betapa telah berusahanya setiap diri kita, orang lain boleh menilai apapun yang menurut penilaian mereka secara subjektif.

Ada waktu kita malah seakan-akan telah menyerah dan malas untuk mengharapkan apa yang telah kita kerjakan dan inginkan justru itu yang bahkan selalu berjalan lancar. Apakah itu konsepnya? setiap diri kita wajib mencobanya. Seandainya dari kalian semua ada yang telah menegerti bagaimana proses itu terjadi tolong beritahu kami bagaimana cara semesta itu bekerja agar setiap diri kita semua bisa mengikuti bagaimana konsep semesta bekerja itu.

    Apakah dengan menggunakan konsep berserah? beserah dengan menyerah setauku memang dua definisi kata yang berbeda, walaupun dalam kata dasar sama serah.

Dengan demikian konsep itu yang sementara aku lakukan dalam berusaha, memang dalam hal menjaga perasaan yang gampang sekali untuk berubah-ubah dalam waktu yang singkat, akan tetapi dalam batas kemampuan aku yang hanya bisa seperti ini, maka akan aku lakukan sebisanya.





                                                                                                                                                         Malang

                                                                                                                          Halim Cakra Mas Hadinata


Sunday, 11 April 2021

putus asa

Kau menyuruhku mengapai bintang di langit,
Tetapi aku tak punya sayap untuk terbang.

Kau menyuruhku berlari sekencang-kencangnya,
Akan tetapi, seeperti laut tanpa terlihat ujungnya.

Kau menyuruhku menunggu,
Tetapi, tawa dan aroma tubuhmu tidak begitu dapat ku dengar dan ku hirup.

Kau menyuruhku merindu,
Tetapi tidak sedikit ada ujung bibirmu melebar.

Dan sekali lagi, kau masih menyuruhku berharap,
Tetapi, dua garis yang terlukis benar-benar dengan titik yang berbeda.