Friday, 3 July 2020

Sang Pengejar

Berlari , mengejar mimpi
Berjalan , menghemat tenaga
Berdiam, saat kelelahan
Merangkak, tak punya kekuatan

Lalu, sampai kapan?
Bagaimana cara mencapainya?
Dengan siapa aku bisa merealisasikannya?
Apa yang harus aku lakukan?
Dimana aku harus memulai dan melaluinya?

Ya, berlari, berjalan, berdiam, merangkak 
Adalah sebuah proses.
Apakah menikmatinya?
Bagaimana cara menikmatinya?
Dimana letak kenikmatannya?
Adakah yang menikmatinya?
Kapan kita menikmatinya?
Dan, kenapa kita menikmatinya?

Situs fase ini selalu membawa kita terus menanyakannya.
Lelah pasti
Kesal tentu
Mengeluh jelas
Marah 

Intinya, semua adalah proses menuju sesuatu yang pasti ada ujungnya. 
Kita juga perlu beristirahat. Sehebat apapun kita nanti, ingatlah kita pernah berada pada titik terendah. 

Semoga bahagia 






Halim cakra 
Surabaya, 04 juli 2020

Friday, 26 June 2020

Saat Kau Berada Di Titik Terbawah

Malem ini , aku jumpai kawan lamaku. 
Tak terasa dunia sebegitu cepatnya berganti. 
Dulu yang waktu ketika bertemu mereka-meraka adalah yang sangat di puja, lalu waktu berganti. 
Yang mereka rasakan adalah dimana kebalikan dari itu semua.

Seakan-akan semesta tak adil, baginya. Mungkin kamu lupa atas apa yang sebenernya terjadi ketika kau di atas. Aku tak ingin beranggapan atau berasumsi tentang kehidupan yang dulu. Akan tetapi ketika kita resapi lebih dalam , semuanya kau pernah bahagia, bahkan kebahagianmu itu kebahagiaan yang semua orang idam idamkan. Menjadi populer, rupawan, mempunyai segalanya. Lalu, semesta bekerja secara alami kamu di tunjukan akan roda bisa berputar selayaknya bumi ini berotasi. 

Apakah kamu bisa melawan rotasi itu? Aku rasa itu hal mustahil. 
Aku sarankan kamu pun untuk mengikuti putarannya itu dulu agar menjadi sebuah pembelajaran dimana semua yang kamu rasakan sekarang adalah realita kehidupan. Yang dimana semua orang akan mengalaminya, tak peduli siapapun itu.

Pesanku selalu sama berusahalah. Semua ini hanya perlu kita hadapi dan lewati. Apapun itu kamu hebat tanpa perlu di apresiasi karena sesunggahnya kita ini dalam sebuah teater di mana kita mempunyai perannya masing-masing. 

Tak perlu terlihat sempurna.
Tak perlu juga terlihat bijak.
Tak perlu juga terlihat yang tidak semestinya.
Karena orang baik akan tetap baik, dan orang yang berniat buruk akan tetap berniat buruk. 
Selamat malam kawanku sekalian, nikamatilah tidurmu malam ini, tersenyumlah dalam mimpimu. Dan bangun lah visi dan misi baru








Surabaya, 27 juni 2020
Halim cakra

Thursday, 25 June 2020

Konsultan keresahan

Sepanjang waktu aku coba renungkan. 
Banyak sekali di negeriku kelucuan yang mari kita sama-sama tertawakan.
Banyak orang-orang yang berkeluh kesah terhadapku. 
Lalu pertanyaanku ke meraka sebenernya sederhana? 
Apa aku bisa menyelesaikan semua permasalahan kalian ketika kalian bercerita kepadaku? 
So, jawabannya pasti tidak dan sangat jelas. 

Lalu apakah mereka fikir aku tidak punya keresahan? Lalu apakah mereka aku adalah orang yang sangat santai? Menikmati hidup. Ngopi, ber puisi, jalan-jalan seperti anak muda lainnya. Jelas iya dong.

Tidak, tidak, tidak aku berbohong aku hanya menutupi semuanya saja. Lalu bagaimana kehidupanku? Tidak seburuk orang-orang dan sebaik orang-orang hanya saja saya sudah capek mengeluh, capek di beri motivasi dan mimpi. 

Lalu, dengan kalian bercerita ke aku? Apakah aku seorang konsultan keresahan? Layak kah aku membikinkan tempat bernaung untuk semua orang? Yang terlucu ialah mereka yang bercerita bukan hanya muda tapi juga tua.

Seketika ini pun aku sadar? Aku siapa? Aku negeri mana? Apa yang harus kulakukan?,
Aku bukan siapa-siapa dan di negeri ini untuk di dengar dan di pandang perlu menjadi apa-apa. Apakah aku masih bisa terus menampung keresahan mereka? Aku harap selalu bisa , dengan fasilitas seadanya yang aku miliki. Karena sejujurnya aku hanya ingin bermanfaat untuk sekitar. Aku sadar visiku terlalu tinggi tapi aku akan terus bergerak untuk mewujudkannya. Untuk kalian yang sekarang berada di dalam fase resah, tidak percaya diri, mengeluh, dll. Aku cuma punya satu ucapan jangan berhenti teruslah bergerak suatu ketika kamu akan menikmati keindahan dari usahamu. Kapan? Dimana? Dan apa? Aku pun tidak tau, cuma yang aku tau ketika kamu berusaha semestamu pasti akan ikut bergerak membantumu. Tidak ada yang mudah dalam kehidupan. Karena kita adalah part terkecil dalam semesta ini jadi jangan berfikir kita adalah yang paling ter- dari segala hal. 

Ini bukan sebuah motivasi.
Bergeraklah, berfikirlah, berkembanglah. Pelajari apapun yang perlu kau pelajari. 
Nikmatilah apa yang ada di depanmu.
Bermimpilah cukup saat kau tertidur.
Bangun dan percayalah kamu bisa menjadi manusia yang lebih baik. 






Halim Cakra 
Surabaya, 26 juni 2020



Saturday, 18 April 2020

Pemimpi di Dalam Negeri Tirani

Hai , pemimpi
Bagaimana tidurmu malam ini?
Apakah sebungah hari kemarin?
Atau kah sudah berubah jadi setan?

Hai, pemimpi
Masih kah kau melihat bintang?
Masih ada kah bulan? 
Masih ada kah secercah sinar di langit? 

Hai , pemimpi 
Masih kah kau melihat istana?
Masih kah kau menunggang kuda bah seorang pangeran? 
Masih kah kau di dampingi oleh selir-selirmu yang cantik? 

Hai , pemimpi
Di dalam sadarku
Aku tak pernah berbahagia 
Semuanya menjelma menjadi setan 

Hai, pemimpi 
Aku tak pernah melihat bintang,
Aku tak pernah melihat bulan , dan bahkan secercah sinar di langit,
Di negeriku ini tirani , mengikutiku kemanapun aku pergi.

Hai, pemimpi
Aku masih juga melihat istana , iya istana milik raja dan keturunannya yang sampai kapanpun akan selalu tetap milik mereka,
Aku pun hanya berjalan sampai kau bisa menengok terdapat begitu banyak kapal di telapak kakiku,
Aku untuk memikirkan makanku esok hari masih saja bingung , bagaimana aku bisa mendambakan seorang yang begitu menawan yang tertarik kepadaku.

Hai, pemimpi 
Berjuanglah sekeras kau bisa,
Setelah kau capai mimpimu dalam negeriku ini
Izinkan aku untuk menitipkan sebuah pesan.
Akan kah kau akan tetap menjadi seperti penguasa negeriku ini? 
Menutup semuanya dengan tirani?

Ah, untuk sekarang pun aku tak ingin mendengarkan jawabanmu. 
Satu ucapku siapapun kamu , yang sedang bermimpi. 
Jangan kau terbangun, karena di alam mimpimu sajalah kau akan bisa terus bahagia 




Malang, 19 April 2019



ISLAM kah AKU?

Mulai lagi aku coba ceritakan pengalamanku yang telah lama aku tidak tulis.

Lalu mengapa aku memberikan judul seperti itu? Terlepas dari obralanku dengan bapak dosen yang ada di kostsanku. 

Yang mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita terlebih dulu. Nah kemarin tanpa sengaja kita berbicara tentang sosok yang sangat beliau idam idam kan yaitu tidak lain yaitu gus mus , dan dengan topik juga islam kah aku yang terdapat di salah satu puisinya?

Oke mari kita mulai dengan pendekatan sederhana saja. Apasih yang kita pahami mengenai islam? Oke kita sama-sama mengatahui islam adalah agama yang di sebarkan oleh nabi Muhammad SAW. Nah penyebarannya masuk ke dalam indonesia melalui wali-waliullah yang dimana yang terkenal di indonesia adalah wali 9.
Lanjut, islam masuk ke indonesia bukanlah agama yg pertama ada disini. Dan jadi cara penyebarannya tentu tidak menyalahi tata cara islam pada umumnyaa dan di tambahkan budaya budaya di nusantara ini sendiri agar juga menarik bagi masyarakatnya. 
Nah di situ wali 9 mengajarkan kebaikan-kebaikan islam dimana adab nabi pun sangat di gunakan oleh para-para wali yang menyebarkan agama islam di dalam nusantara saat itu atau indonesia saat ini. 

Lalu adakah sekarang kita lupa ajaran tersebut? Pasti banyak yang akan berteriak kita tidak lupa kita tidak lupa , oke secara garis besar kalian semua tidak lupa. Akan tetapi kalian lupa bahwasannya islam adalah agama yg sangat-sangat begitu baik bahkan orang yang menghina rosulpun (muhammad) beliau doakan semoga keturunan orang yg menghina agamanya menjadi manusia yg taat kepada ALLAH. 
Kita generasi muda bisa mencotoh beliau yang bahkan di tirukan syiarnya oleh para wali. Namun apakah hari ini begitu? Saya tidak ingin berkomentar banyak menganai hari ini seperti apa, karena saya sendiri pun bukan orang yg begitu paham menganai islam.
Lalu bagaimana cara kita bisa mengatakan bahwa kita ini islam? Gusmus hanya mencotohkan kamu hanya perlu menjalankan agamamu secara benar soal orang lain kamu tidak perlu menghakimi dia benar atau salah atau apapun itu. Pertanyaannya adalah ketika seperti itu menjustifakasi seseorang anda itu siapa? Bukankah anda adalah juga hambanya yang juga belum pernah tau apa yang anda lakukan itu benar kah? Apa buktinya kalau anda benar? Dan apakah anda yakin , anda islam?. 
Dan dengan kita coba dengar ucapan dari salah satu ulama bagaimana mungkin kau mengetahui islam secara penuh kau yang hanya belajar islam baru 1-3jam perhari sudah dapat menjustifakasi seseorang. Apakah seperti itu? Saya sendiri yang hidupnya saya habiskan untuk belajar agama, saya tidak mengatakan saya benar. Karena namanya manusia adalah tempatnya salah dan dosa.
Jadi, gunakanalah islam itu dalam jalan hidup berbuatlah baik sesama makhluk ciptaanya .
Apa itu makhluk ciptannya? Ya semua dari yang ada sampe bahkan yang nggak ada. 

Wah berarti kita cukup untuk menjadi baik ya? Yaiya dong menjadi baik adalah kewajiban setiap makhluk , lalu definis baik pun sangat beragama mangkannya lakukan dengan hati yang riang gembira. Nah seperti itulah akhir diskusi kita tadi malam. 


Lalu masihkah kita merasa lebih islam dari pada ada yg lain? Coba renungkan jawabannya untuk diri kita masing-masing.





Malang, 18 april 2019

Sunday, 5 April 2020

Rutinitas

Kehidupan normal sudah di mulai kembali
Lantaskah semua berubah?
Pengamatanku tetap sama,
Hiruk pikuk kebisingan kota masih tetap
Fikiran fikiran orang-orangpun masih tetap sama?
Lantas yang berubah apanya?

Kegundahan demi kegundahan masih sering aku dengar, bahkan lebih parah.
Semakin banyak senyum-senyum palsu di panggung yang nyata.

Ke haluan ke haluan masih sering aku dengar.
Ke romantisan ke romantisan yang masih di pertontonkan juga masih tetap itu-itu saja.
Kesetaraan derajat? Masih begitu terlihat.

Masihkah semua harap-harapan orang untuk hidup enak mati tak mau terwujud?mari kita tunggu sebuah ketidak mungkinan yang selalu di semogakan orang-orang jawa.
Akankan seseorang itu benar-benar menjawab cita-cita negeriku ini?
Selalu dalam kalimat orang pada umumnya "semoga"

Sunday, 29 March 2020

Perkopian duniawi

Sekarang banyak atau lagi booming"nya kopi.
Yang bahkan menerbitkan istilah perkopian duniawi.
Tapi kita sendiri tau mereka yang membikin warung kopi, memang yang di kejar adalah profitnya. 
Apa benar profit kopian tinggi? Siapa yang tau? Kenyataannya banyak yang membikin.

Lalu sebenernya kok banyak banget orang yang selalu di dalam warung kopi atau cafe? Memang kejadian ini wajar pada kota besar di indonesia karena pada dasarnya. Warkop atau cafe merupakan tempat wisata atau tempat di mana setiap orang kota melengangkan waktunya. Entah itu untuk istirahat atau bersenang-senangm

Akan tetapi sekarang banyak terjadi warung kopi/cafe justru malah menjadi objek wisata hanya untuk datang nge game tidak jelas, bahkan terkadang anak sekolah bolos di warung atau cafe . Nah padahal disana terdapat kata-kata yang menunjukan bahwasannya ketika kamu meminum kopi kamu mencari inspirasi, menanangkan pikiran, mengubah pola pikir. 
Nyatanya justru malah pemuda yang terlalu sering di dalam warungnya atau cafe berkebalikan. Bercakap-cakap bukan soal masa depan tetapi hanya untuk omong kosong.
Dengan meraka yang mempunyai mimpi-mimpi besar,idealis tinggi. Tapi nyatanya mereka tidak bergerak tidak mengisi otak mereka dengan buku-buku ataupun pengetahuan-pengetahuan yang membangun pola pikir. Lalu sampai kapan kalian akan terus berimajinasi menganai mimpi kalian?


Hah, aku bukan seorang anti warkop cafe benar aku pun bahkan pelaku yang sering atau bahkan setiap hari harus meminum kopi. 
Tapi sekarang aku rindu diskusi rindu semua yang pernah aku alami dalam perkopian duniawi. Yang akhirnya bisa menjadikanku memiliki pemikiran-pemikiran yang terus berkembang.




Halim 
Surabaya, 06 juni 2020