Tuesday, 20 December 2011

matahari dan hujan

Udah lama ya aku ngak menulis, aku kembali menulis dengan pengalamanku. Hal baru ini sangat terasa olehku arti sebuah perbedaan. Aku sadar akan perbedaan ini dari seorang temanku. Cerita ini awalnya beeasal dsri sebuah sms yang tidak terlalu penting.

Malam, tepat tanggal 16 desember 2011. aku iseng-iseng saja sms dia dengan mengirimkan sebuah puisi yang begitu sering didengarkan mungkin lewat lagu dari seorang artis. Di sela-sela waktu kami smsan aku coba deh sedikit nyepik #ngombal, haha sebenernya sih aku tidak begitu jago buat nyepik apa lagi ke anak yang super cuek seperti temenku itu. Akhirnya aku coba deh dan berhasil tapi ngak berpengaruh apa-apa hanya menghasilkan sebuah  gurauan yang membuat tawa hehe. Dibalik sms-sms itu yang membuatku sadar akan indahnya perbedaan. Awalanya ia hanya berkata “eh aku  punya lilin nih, ayo main lilin yuk?” aku menjawabnya “oke, ayo, emang gimana sih cara mainnya?” ia menjawab “gini cara mainnya, kamu mau buat apa sih dengan lilin in?” aku menjawab dengan perasaan yang gelisah entah kenapa “emmm aku buat hati aja deh, boleh?” ia jawab “loh enggak ah jangan kan hati udah banyak dan pasaran, jangan mentang-mentang lagi galau pengennya tentang hati aja terus hehe” eh *dalam hati berkata loh anak ini kok tau aja sih kalau aku sedang galau gawat ini* tapi aku ngak mau dong memperlihatkan kegalauanku ini, aku pun menjawab dengan santai aja dengan sedikit nyepik lagi sih hehe “eh enggak loh, la terus apa coba mau mu?” ia pun jawab “aku maunya buat pelangi.”  Aku membalasnya “loh kok pelangi? Gimana caranya coba buatnya? Iya sih bagus juga ya kalau pelangi kalau gitu aku matahari boleh?” ia jawab “iya aku pengen pelangi soalnya,  indah dan brbagai macam warna yang sperti hidupku yang bermacam-macam perasaan hehe, lo kok matahari, apa coba alasannya? -,- “ aku pun jawab “aku pilih matahari karena dia selalu bisa nerangin semuanya, dan aku pun ingin jadi seperti dia yang bisa nerangin hidup oran-orang yang aku sayang” ia bales “loh kalau gitu aku jadi hujan aja deh, aku ngak jadi bikin pelangi” aku pun jawab “loh kok gitu? Aneh kan --, apa coba alasannya? Bukankah hujan itu menandakan kalau mengis ya?” ia pun jawab dengan nada kesal karena aku belum tau maunya dia “iya aku pengen hujan karena kalau kamu matahari aku akan jadi hujannya , dan ngak selalu kan hujan itu selalu orang mengis -____-“ oke aku terima aja dan aku ngalah dengan bersabar menjwabnya “nah tapi kan kalau hujan dan matahari ngak akan bisa bersatu, aku kan penginnya kita ngak seperti itu dengan kamu” ia bales “dasar bodoh kalau hujan dan matahari kan bisa menghasilkan pelangi yang sangat indah itu mangkannya aku ingin jadi hujan karena kamu pilih matahari, jadi kalau kita bersatu kan memang bisa menghasilkan warna yang indah meskipun banyak perbedaan diantara kita tetapi hal itu yang membua indah, tetapi tidak dengan hati kita yang selalu sama” aku jawab dengan senyum yang sangat lebar “aku baru sadar akan semua itu , emang benar berarti ya perbedaan itu emang indah Karen hal tersebut bisa membuat warna yang begitu beragam :D “.
Nah mulai sekarang aku udah mengerti dan sadar akan perbedaan yang menimbulkan keindahan Karena mereka mempunyai warna yang berbeda dan memiliki arti yang berbeda juga. Nah ada sebuah puisi yang selalu teringat olehku akan tentang perbedaan yang sebuah potongan puisinya seperti ini “kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta”.

No comments:

Post a Comment